Jumat, 23 November 2018

RAPID: (Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design)

RAPID: (Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design)



             Obat adalah sediaan atau paduan-paduan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki secara fisiologi maupun keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi. Obat terdiri dari bahan tunggal atau campuran yang dipergunakan oleh semua makhluk  untuk bagian dalam dan luar tubuh guna mencegah,meringankan,dan menyembuhkan penyakit.

Reseptor obat adalah suatu makromolekul jaringan sel hidup, mengandung gugus fungsional atau atom-atom terorganisasi, reaktif secara kimia dan bersifat spesifik, dapat berinteraksi secara reversibel dengan molekul obat yang mengandung gugus fungsional spesifik, menghasilkan respons biologis yang spesifik pula.

Farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung-jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut (Thomas, 2007). 


            Sebuah farmakofor didefinisikan sebagai susunan 3D fitur yang sangat penting untuk molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target dalam situs pengikatan tertentu. Setelah diidentifikasi, farmakofor dapat berfungsi sebagai model penting untuk screening virtual, terutama dalam kasus dimana struktur 3D dari reseptor tidak diketahui dan teknik docking yang tidak berlaku.




           Struktur 3D Mendefinisikan posisi relatif di ruang kelompok pengikat penting.


Daftar Pustaka 
Thomas, E, et al. 2007. Identification and Preiminary Structure Activity Relationship.
                                         Journal Of Natural Product.Vol 7 (8) :1278-1282).


Pertanyaan :
1. Bagaimana cara mengidentifikasi farmakopor ?
2. Apa perbedaan dari struktur 2D dengan 3D farmakopor ?
3. Apa saja ikatan yang mendasari identifikasi farmakopor ?
4. Bagaimana peran dari studi farmakopor ?