RAPID: (Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design)
Obat adalah sediaan atau paduan-paduan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki secara fisiologi maupun keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi. Obat terdiri dari bahan tunggal atau campuran yang dipergunakan oleh semua makhluk untuk bagian dalam dan luar tubuh guna mencegah,meringankan,dan menyembuhkan penyakit.
Reseptor
obat adalah suatu makromolekul jaringan sel hidup, mengandung gugus fungsional
atau atom-atom terorganisasi, reaktif secara kimia dan bersifat spesifik, dapat
berinteraksi secara reversibel dengan molekul obat yang mengandung gugus
fungsional spesifik, menghasilkan respons biologis yang spesifik pula.
Farmakofor merupakan posisi
geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang
membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara
spesifik yang bertanggung-jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu
reseptor dan aktivasi reseptor tersebut (Thomas, 2007).
Sebuah farmakofor didefinisikan sebagai susunan 3D
fitur yang sangat penting untuk molekul ligan untuk berinteraksi dengan
reseptor target dalam situs pengikatan tertentu. Setelah diidentifikasi,
farmakofor dapat berfungsi sebagai model penting untuk screening virtual,
terutama dalam kasus dimana struktur 3D dari reseptor tidak diketahui dan teknik docking yang tidak
berlaku.
Struktur 3D Mendefinisikan posisi relatif di
ruang kelompok pengikat penting.
Daftar Pustaka
Thomas, E, et al. 2007. Identification and Preiminary Structure Activity Relationship.
Daftar Pustaka
Thomas, E, et al. 2007. Identification and Preiminary Structure Activity Relationship.
Journal Of Natural
Product.Vol 7 (8) :1278-1282).
Pertanyaan :
1. Bagaimana cara mengidentifikasi farmakopor ?
2. Apa perbedaan dari struktur 2D dengan 3D farmakopor ?
3. Apa saja ikatan yang mendasari identifikasi farmakopor ?
4. Bagaimana peran dari studi farmakopor ?